BIT-PLANE COMPLEXITY SEGMENTATION (BPCS)

Wahh… klo ingat metode ini, jadi ingat masa-masa susah tidur. hehehehe😀

Tapi demi berbagi… mari di lanjutkan.😉

Steganografi adalah teknik menyembunyikan data rahasia ke dalam data lainnya sehingga perubahan yang terjadi tidak terlihat mencurigakan. Permasalahan yang dihadapi adalah masalah seperti pada prisoner’s problem dimana 2 orang berkomunikasi dengan mengirimkan data rahasia yang tidak mencurigakan dan menarik perhatian. Penggunaan teknik Kriptografi atau password akan menimbulkan kecurigaan pada pihak lain yang tidak berwenang sehingga berusaha untuk memecahkan pesan rahasia yang ada atau memecahkan password yang digunakan.

Pada Steganografi, data rahasia disisipkan pada data lain yang disebut cover-data dan menghasilkan stego-data (hasil steganografi). Stego-data tersebut disisipi data rahasia sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi tidak terlihat mencolok. Stego-data tersebut akan terlihat seperti data biasa yang tidak menimbulkan kecurigaan pihak lain untuk memecahkannya, sehingga tingkat keamanan data rahasia yang tertanam didalamnya cenderung lebih baik.

Biasanya teknik Steganografi diterapkan pada dokumen multimedia seperti image, audio dan video. Hal ini disebabkan karena perubahan yang terjadi pada dokumen multimedia setelah penyisipan cenderung tidak dapat dideteksi
menggunakan indera manusia. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk steganografi pada dokumen citra seperti metode Least Significant Bit (LSB), Spread Spectrum Steganography dan Bit- Plane Complexity Segmentation ( BPCS ).

Tetapi saya akan membahas sedikit tentang Bit- Plane Complexity Segmentation ( BPCS ).

Bit-plane complexity segmentation (BPCS) adalah salah satu teknik steganografi yang diperkenalkan oleh Eiji Kawaguchi dan R. O. Eason pada tahun 1997. Teknik ini merupakan teknik steganografi kapasitas besar, karena dapat menampung data rahasia dengan kapasitas yang relatif besar jika dibandingkan dengan metode steganografi lain seperti LSB (Least Significant Bit).

Eiji Kawaguchi dan R. O. Eason memperkenalkan teknik BPCS ini untuk digunakan pada dokumen citra dengan format BMP yang tidak terkompresi. Dokumen citra tersebut dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 8×8 pixel setiap segmennya. Pada dokumen citra 8-bit, setiap satu segmen akan memiliki 8 buah bitplane yang merepresentasikan pixel – pixel dari setiap bit tersebut. Kedelapan bitplane ini disebut PBC system (Pure Binary Coding). Pada BPCS, proses embedding dilakukan pada bit-plane dengan sistem CGC (Canonical Gray Coding) karena proses bit slicing pada CGC cenderung lebih baik dibandingkan pada PBC.

Proses penyisipan data dilakukan pada segmen yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Segmen yang memiliki kompleksitas tinggi ini disebut noise-like regions. Pada segmen-segmen ini penyisipan dilakukan tidak hanya pada least significant bit, tapi pada seluruh bit-plane. Karena itu kapasitas data pada BPCS dapat mencapai 50% dari ukuran cover-imagenya. Sumber : Shrikant S. Khaire and DR. Sanjay L. Nalbalwar (2010). “Review: Steganography – Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) Technique.” Department of Electronics & Telecommunication, Dr. Babasaheb Ambedkar Technological University, Lonere, Dist: Raigad, Maharashtra, India. 2(9). 4860-4868.

Bagi yang mau jurnalnya silahkan download..

01. Klik Di Sini atau Di Sini
02. Klik Di Sini atau Di Sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s